Jumat, 01 Oktober 2010

Kenapa aku di musuhi

Sendiri Menyepi..
Tenggelam dalam renungan
Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan........
Oh Tuhan aku merasa
sendiri menyepi
ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi
sampai kapan ku begini
resah tak bertepi

Ruang kelas itu serasa asing
hanya aku yang duduk di sudut kelas
menikmati kesendirian bersama lamunan...
sesekali ku usap air mata yang tiba-tiba mengalir. Hingga jilbab putih ku itu kadang basah.
Tak ada yang perduli, sekalipun teman sebangku ku...
Ia tengah asyik minikmati obrolan dengan teman-teman yang lainnya.
Bukannya aku tak ingin sekadar bincang-bincang santai dengan mereka. Namun semua akan percuma karena tak ada yang akan mendengarku. Yang ada mereka hanya diam, seolah aneh dan asing akan kehadiranku.
***

"Ngobrolin apa nih," dengan senyuman termanis ku sapa teman-teman yang bergerombol, sepertinya sangat asyik.
Tiba-tiba hening... "hmm.. gx ada... dah yuk makan dulu," salah satu dari mereka beranjak pergi dan menarik teman-teman yang lain untuk keluar kelas.
Aku menelan ludah. Menyimpan sakit dalam-dalam. dan hanya berucap. Ya Allah berilah kekuatan padaku.

***
Aku teringat Rani, sahabat terbaikku yang akhirnya harus mendahuluiku menemui Rabb. Jika ia masih disini, mungkin tak sesendiri ini sakit yang kurasakan. Mungkin tak sesedih ini. Berkali-kali kutanyakan pada diri sendiri...
Apakah karena aku tak ingin memberi jawaban saat ulangan, semua orang membenciku?
Bukankah mencontek itu sama dengan korupsi?

lantas bukankah percuma guru agama berkali-kali mengingatkan untuk tidak kerja sama dan mencontek saat ulangan. Semua teman menjudge ku pelit, tak mau berbagi ilmu. Mau pintar sendiri. Munafik...
Sungguh pedih rasanya...
hufftthh... ku tarik nafas dalam-dalam...

***
Tiap hari ke Ruang BK. Hufftthh...
tak ada tempat lain, selain BK, mushola, dan perpustakaan.
"Feb, Ibu dengar dari wali kelas, nilaimu banyak yang turun ya? ada apa" Bu Heni, Guru BK itu menatapku lekat. Ia sudah seperti Ibuku sendiri.
"Kalau Feby ingin, Feby bisa bu dapat 100 semuanya, tapi Feby gx mau "nyontek" apalagi licik taroh buku dibawah meja, Feby malu sama jilbab feby bu, Feby malu dengan gelar pelajar Feby kalo feby sama dengan teman-teman yang lain, percuma feby sekolah kalo cuma buat jadi tukang korupsi, Feby sekolah untuk ibadah bu, bukan buat cari dosa" aku menunduk, menahan untuk tidak menangis lagi.
"Siapa yang suruh Feby nyontek, Ibu mau feby buktikan ke teman-teman kalau yang Feby lakukan itu benar, dengan tidak menyontek feby tetap bisa dapat nilai tinggi,"
"Tapi semua orang musuhi feby bu... feby salah apa..." tangisku pecah seketika. tak peduli Ibu Heni kebingungan. sungguh aku tak tahan lagi. Aku harus mengadu kepada siapa lagi....
Ibu Heni memelukku. mengelus kepalaku dengan kasih sayang. Sedikit membuatku lebih tenang walau hatiku masih terus bergemuruh.

Bel masuk berbunyi.
Kulangkahkan kakiku ke kelas dengan bismillah.
InsyaAllah, ada dan tak ada teman pun, kasih sayang Allah tak akan pernah berkurang.
InsyaAllah, akan ada hikmah dari keterkucilanku ini
"Baiklah anak-anak, Ibu akan mengumumkan perwakilan sekolah yang lolos untuk mengikuti olimpiade Sains" Ibu Vivin mengawali pertemuan kali itu dengan hal mengejutkan.
"Dan hanya satu orang yang diberi kesempatan untuk mengikuti olimpiade sains itu. dan siswa itu adalah Feby.. selamat yah" mataku berbinar. Tak perduli 31 pasang mata menatapku sinis, penuh kebencian. aku sudah terlalu kebal dengan semua itu.
Perlahan aku maju ke depan kelas, menyalami Ibu vivin, dan mengedarkan senyuman ke seisi kelas.
Ada atau tidak ada teman, Kasih Sayang Allah tak akan berkurang padaku.
Aku yakin itu, ini Belum seberapa
Aku yakin, ada hikmah di balik semua ini. Innallaha Ma'a Sobirin

***

Sebuah realita yang chika temukan di sela-sela mengajar di kelas IPA 1
Seorang anak yang dikucilkan karena prinsipnya
chika menjadi malu dengan diri sendiri
Terhadap keyakinan yang dijunjung
Namun aplikasi ku nol besar


19 comments:

  1. wah..keren..kita bs belajar dari sana...inspiratif chik postingannya...krn kadang kita suka egois, hny pngen dapet nilai bagus dengan tdk mau berproses : belajar...

    BalasHapus
  2. inspiratif banget..
    mengasah kepekaan, apalagi dalam bersosialisasi..
    nice post!

    BalasHapus
  3. sabar aja, aq juga pernah di mushi, tp semua itu aq anggap adalah tanda perhatian

    BalasHapus
  4. kenapa neng..? mungkin perlu diliat lagi kebelakang

    BalasHapus
  5. sabar ya chika :)
    InsyaAllah teman kita akan selalu lebih banyak dan berarti penting daripada musuh kita

    BalasHapus
  6. semoga mereka sadar

    jadilah yang terbaik

    BalasHapus
  7. masalah kayak gini sering terjadi. dimana pun. aku gag bisa komen apa karena aku gag bs ngasi solusi. aku pasti bingung untuk memilih, prinsip ato teman

    BalasHapus
  8. wah hal spt itu jgn sampe berlanjut, mumpung mereka masih anak2 yg "seharusnya" masih bisa diberi pengertian tentang arti persahabatan, moga ada jln terbaik ya :)

    BalasHapus
  9. kayanya udah hal yg umum dan sering terjadi nie Chik... klo aku dari sekolah N kuliah dlu lebih suka nulis nama terus keluar kelas klo udah gak bisa ngerjain Ujian.. dari pada nyontek yg buatku juga gak pasti aku lulus.. mendingan gak lulus sekalian ntar tinggal Remed klo sekolah atau Sp klo kuliah hhe.... sabar aja deh Chik hhe.....yg penting kan Chika gak ikut musuhin mereka

    BalasHapus
  10. sebuah prinsip dan ketegasan yang berbuah manis. walaupun ada banyak duri di sana. Pembelajaran yang baik ya Ning Chic

    BalasHapus
  11. sepi
    terkadang kita butuh sepi
    hingga kita sadar bahwa kita akan sendiri
    karena kita memang akan sendiri

    sepi
    biarlah sepi yang membuat kita mengerti
    bahwa hidup harus berdiri
    tegak tanpa harus di kasihani

    smangaat cika rei

    BalasHapus
  12. @mba wind flowers
    hehe.. iyah mba
    itu chika juga belajar dari seorang anak kelas 2 sma yang mempertahankan prinsipnya

    @aya mouri
    makasih sudah berkunjung :)

    @rizky
    tokoh dalam cerita itu sudah membuktikan kesabarannya :)

    @kakve
    hehe.. iyah chika sih belum terlalu tau gimana keseharian tokoh itu :)
    baru beberapa kali ngajar di kelas itu abisnya ^^

    @angga
    hehe. itu kan bukan kisah chika :D
    tapi anak kelas 2 sma yang chika ajar gitu :D

    @bang attayaya
    iyah semoga aja temen-temennya sadar :)
    makasih ya

    BalasHapus
  13. @Ra-kun
    iyah :) makasih ya

    @tukang colong
    jujur
    chika secara pribadi juga belum bisa mempertahankan prinsip seperti tokoh yang chika ceritaiin itu :)
    masih perlu banyak pemahaman dan belajar

    @kemanx
    iyah semoga aja chika bisa memberikan pengertian :)
    makasih sudah berkunjung

    @ferdinand
    hehe, iya emang si gitu
    tapi gx semua orang berpikiran seperti itu :)
    banyak yang malah gx ngerti^^
    hehee.. mending remed ya daripada nyontek

    @djangan pakies
    insyaAllah bisa memberi manfaat
    sebuah prinsip jika kita yakin itu benar
    harus diperjuangkan :)

    @joni
    plok-plok **tepuk tangan
    keren ni puisinya^^
    hehe.. iya kadang sepi membuat kita lebih belajar akan sebuah arti kehidupan itu sendiri

    BalasHapus
  14. @mba fanny
    iyah mba :)
    tapi banyak tantangannya
    makasih sudah bertandang kesini^^

    BalasHapus
  15. Begitulah..., saat ini seseorang yg bertahan dg prinsip malah dijauhi. Itu sebabnya makin banyak anak2 yang atas nama pergaulan dekat dg rokok, miras ataupun narkoba bahkan... pergaulan bebas.
    MEnyedihkan sekali.

    BalasHapus
  16. entah mba
    chika juga aneh kok bisa kayak gitu :(
    yang baik kok malah dimusuhi

    BalasHapus
  17. Dingin hati membacanya.
    he he,
    jadi tambah dingin udara di kamarku.

    BalasHapus

Hidup ini adalah sebuah episode yang sudah Allah tuliskan, Orang yang beruntung adalah orang yang bisa melewatkan episode ini menjadi aktor terbaik di dunia...
Ahlan wa Sahlan Sahabat... Ambil apa yang Baik, jangan lupa tinggalkan jejak.. Salam Persahabatan (Chika_Rei)
 

~ Enjoy your Life ♫ Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template